Menilik Perjanjian Indonesia-Cina dalam Kerangka Belt and Road Initiative (BRI) dalam Perspektif Ketahanan Nasional
DOI:
https://doi.org/10.55960/jlri.v7i2.72Kata Kunci:
Belt and Road Initiative, geopolitik, ketahanan nasional, pancagatra, Cina, IndonesiaAbstrak
Indonesia menandatangani sejumlah nota kesepahaman dalam koridor Belt and Road Initiave (BRI). Berbagai respon muncul, mulai dari optimism hingga sinisme. Sejak diinisiasi pada tahun 2013, proyek ambisius Cina ini memang mendapat beragam respon dari kekhawatiran jebakan hutang hingga motif tersembunyi Cina untuk membangun dominasi di politik internasional. Tulisan ini mencoba mengulas bagaimana proyek BRI dari perspektif geopolitik (neorealisme dan neoliberalisme) dan membahas bagaimana implikasi dan hal yang harus diperhatikan dalam kerja sama Indonesia-Cina dalam kerangka BRI dengan menggunakan perspektif ketahanan nasional.
File Tambahan
Diterbitkan
2020-08-05
Terbitan
Bagian
Articles
Cara Mengutip
Menilik Perjanjian Indonesia-Cina dalam Kerangka Belt and Road Initiative (BRI) dalam Perspektif Ketahanan Nasional. (2020). Jurnal Lemhannas RI, 7(2), 55-72. https://doi.org/10.55960/jlri.v7i2.72